Home >> May, 2006

A Passage of Life

Posted on: Friday, May 26th, 2006 in: Renungan

Kulihat sayap tubuhku melayang menuruni lembah
Jiwaku seperti burung terbang terpejam di atas samudera biru
Pikiranku menyebar bersama udara
Diriku terbawa oleh cinta
Dan kubiarkan rindu menarikku

***

Aku senang sekali mendengarkan suara alam Kitaro ketika berjam-jam di depan layar kaca. Membuatku seperti sedang duduk merenung dipinggir sungai dekat hutan sebelah. Suara gemericik air, gesekan daun, tiupan angin, dan kepak sayap burung melingkupiku. Aku serasa sedang berkarya bersama alam.

Dan ketika tiba waktu untuk bersujud, kulepaskan terompahku. Kutinggalkan segala pikiran, harapan, gagasan. Kubiarkan semua luruh, hanya meninggalkan jiwa yang kurasakan sedang memasuki sebuah gerbang di langit ketujuh.

Creating DVD from DivX/AVI

Posted on: Saturday, May 20th, 2006 in: Oprekan

Akhirnya, setelah mecoba berkali-kali, install ini-itu, berhasil juga saya bikin DVD dari file DivX/AVI. Hanya butuh 3 langkah saja:

Pertama, ubah format avi ke format DVD mpeg menggunakan ffmpeg seperti di bawah ini:

ffmpeg -i Antz.avi -aspect 16:9 -target ntsc-dvd antz.mpg

Pada contoh di atas, kita akan mengubah file Antz.avi menjadi antz.mpg (DVD NTSC).

Kedua, gunakan varsha (java application) untuk membuat ISO dari file mpg tersebut. Anda harus memiliki space di harddisk yang ukurannya 2 kali ukuran ISO yang akan dibuat. Mula-mula Varsha akan membuat struktur direktori dan file DVD di harddisk, dan kemudian akan membuat ISO dari struktur tersebut.

Adili perbuatannya, ampuni manusianya

Posted on: Friday, May 19th, 2006 in: Politics

Ketika kita mencintai seseorang dengan cinta terdalam, pada saat itu kita mencintai sesuatu yang tak tampak. Sesuatu yang tersembunyi di balik hitam, putih, cantik, atau manisnya rupa seseorang. Itulah cinta yang keluar dari hati. Di sisi lain, kita juga bisa bilang cinta hanya karena tertarik fisik seseorang. Cinta karena fisik, biasanya tak akan langgeng karena fisik akan semakin tua.

Sekarang kita melihat Suharto. Perasaan apa yang spontan muncul dari diri kita? Cinta? Benci? Ketika kita melihat daftar perbuatannya yang baik-baik, kita akan bilang cinta. Ketika kita melihat daftar hitam yang panjang, kita akan bilang benci. Keduanya, cinta dan benci, terlahir dari kelakuan dan perbuatannya. Tapi mungkin juga ada yang cinta atau benci karena melihat kegantengannya. Tapi kupikir ini konyol kalau dimasukkan dalam bahasan.

0-7-14-21, apalah artinya

Posted on: Thursday, May 18th, 2006 in: Renungan

Dulu di SMA kita sempat belajar tentang gelombang. Sifat gelombang antara lain memiliki periode (waktu) dan amplitudo (tinggi/kekuatan) tertentu. Sejarah manusia (menurut al Quran) juga memiliki sifat seperti gelombang. Suatu saat ada di atas, saat lain ada di bawah, mengikuti pola gelombang.

Nabi Muhammad (saw) lahir pada tahun 600-an atau abad ke 7. Kemudian Islam memimpin dunia hingga abad 14. Saat itu, gelombang sejarah ‘kesadaran ketuhanan’ manusia berada di atas, ilmu pengetahuan pun berkembang dengan harmonis (bersama spiritual).

Dilanjutkan dengan masa kejayaan eropa (ilmu pengetahuan dan teknologi), mulai abad 7 sampai sekarang abad 21. Kita lihat ilmu pengetahuan, teknologi, demokrasi menjadi ukuran kebenaran dan kehebatan. Manusia bisa mencapai bulan, mars, dan mengirim pesawat ke tempat yang semakin tinggi. Namun di sisi lain, penerbangan ke dalam diri mereka semakin terlupakan. Umat Islam juga semakin jauh dari hakekat dirinya dan menjadi kagum dengan barat.

Surga atau Bersatu?

Posted on: Tuesday, May 16th, 2006 in: Renungan

Tujuan jangka panjang (Long Term) yang dianjurkan oleh ESQ adalah pertemuan dengan Allah atau masuk surga. Ini merupakan tujuan yang sangat memotivasi manusia untuk memikirkan dan mengontrol arah perjalanan hidupnya. Apakah pekerjaan mereka sudah dilakukan mengikuti jalan yang lurus yang membawa ke arah tujuan tersebut, atau sebaliknya mengarah ke tempat yang berbahan bakar manusia dan batu?

Namun, ketika makrifat semakin dalam dicapai oleh manusia, maka surga sudah bukan lagi tujuan, seperti ungkapan Imam Ali r.a.:

“Ya Allah, akau menyembah-Mu bukan karena aku takut dengan siksa api neraka, bukan juga aku rakus dengan nikmat surga-Mu. Aku menyembah-Mu karena Engkau memang layak untuk disembah”.

99 Asma Allah dan 99 Pasang Mata

Posted on: Monday, May 15th, 2006 in: Renungan

Demi matahari dan sianarnya di pagi hari
Dan bulan apabila ia mengelilingi
Dan siang apabila ia menerangi
Dan malam apabila ia menutupi
Dan langit beserta segala binaannya
Dan bumi beserta segala yang di permukaannya
Dan jiwa beserta penyempurnaannya
Allah mengilhami sukma kebaikan dan keburukan
Beruntunglah mereka yang membersihkannya
Dan merugilah mereka yang mengotorinya

Di sebuah pagi pada tanggal 12 Mei 2006, air mata tumpah dari 99 pasang mata. Setelah 25 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, dan bahkan 60 tahun, sang pemilik baru menyadari betapa selama ini dirinya belum ‘mengenal’ siapa dirinya dan siapa yang selama ini disembahnya. Dalam setiap sholat, mereka mengaku bahwa “Allah Maha Besar”. Namun ka’bah yang bersemayam di dalam hatinya masih penuh dengan berhala yang mereka ‘besar’-kan: keangkuhan, keakuan, kesombongan, kepandaian, kecantikan, kekayaan, jabatan, anak, … Sungguh mereka akan ngeri jika bisa melihat ‘wujud’ non-fisik dari berhala yang mereka pelihara. Sungguh menyeramkan. Selama ini pengakuan tersebut adalah pengakuan yang bohong!

Wizard of Oz dan Rumi

Posted on: Wednesday, May 10th, 2006 in: , Renungan, Movie

Dorothy bersama ketiga temannya (Scarecrow, Tinman, dan Lionman) melakukan perjalanan panjang untuk mendapatkan pertolongan dari Oz. Mereka mencari sebuah ‘wizard’. Namun, akhir pencarian itu membawa mereka ke titik awal: diri mereka sendiri. Apakah ada kesamaan antara perjalanan mereka dengan perjalanan para sufi seperti yang diungkap oleh Rumi dalam sebuah puisinya? Ada. Itu kesimpulan yang saya dapatkan.

Bertahun-tahun aku ketuk pintuMu
Kini baru aku tahu
Ternyata aku mengetuknya dari dalam

Scarecrow mendambahkan otak, agar bisa cerdas walau dia sudah teramat cerdas. Tinman memimpikan sebuah hati dalam rongga dadanya, walau cinta dan sayangnya kepada sesama sudah melebihi manusia biasa. Lionman menginginkan keberanian agar dia bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai pemimpin hutan, walau dia sudah menunjukkan kejantanannya melawan ketakutan dan menolong sahabat-sahabatnya. Dan terakhir, Rumi, berjalan bermil-mil tahun untuk bertemu dengan Tuhan.

Membuat DVD dari AVI

Posted on: Wednesday, May 10th, 2006 in: Oprekan, Multimedia

Sejak DVD/CD writer terpasang dengan stabil di linux, aku mulai menyukai pekerjaan baru: Bittorrent-ing. Norak sekali. Aku seperti memasuki sebuah perpustakaan yang luar biasa besar dan bervariasi koleksinya. Jangan bilang-bilang ya. Disitu ada Ice Age 2, Da Vinci Code, Mission Impossible 3, Chicken Little, dll..dll..

Ada yang formatnya ISO, dan tak sedikit yang AVI. Culun sekali nyak, aku copy saja AVI ke VCD. Jelas ndak nyala sama sekali di VCD player. Tantangan baru nih: bikin AVI jadi DVD.

Situs transcoding ini menyediakan script untuk menkonversi file AVI menjadi file VOB (untuk DVD). Yang kulakukan mudah sekali:

Kecil dan sepele untuk semua

Posted on: Tuesday, May 2nd, 2006 in: Wisdom, Story

(Tulisan ini dari Mbak Mia)

Beberapa tahun yang lalu, saya berkesempatan berkenalan dengan salah seorang warga pedalaman Nusa Tenggara Timur. Namanya, Vincent. Dia datang ke Jakarta untuk protes terhadap pelaksanaan salah satu proyek pertanian di NTT. Proyek ini adalah proyek penanaman jambu mete yang didanai oleh organisasi tempat saya bekerja. Jambu mete merupakan komoditi yang sangat cocok untuk wilayah kering dan tandus. Semakin kering dan tandus, semakin banyak produksinya. Aneh ya?

Menurut pengakuan Vincent, proyek jambu mete telah masuk ke wilayah adat dimana masih ada perseteruan antara warga dan pemerintah daerah. Menurut ketentuan yang berlaku, proyek tidak boleh dilaksanakan sebelum perseteruan ini selesai. Namun, nampaknya pemerintah daerah dikejar oleh target proyek dan mengambil jalan pintas: langsung menanam di wilayah itu. Jelas saja, warga marah dan terjadilah kontak fisik yang menyebabkan salah seorang warga meninggal dan lainnya luka-luka.

Rasulullah dan Seorang Yahudi Buta

Posted on: Tuesday, May 2nd, 2006 in: Renungan

Menjadi seorang muslim bukan berarti kita perlu bilang secara harfiah (melalui ucapan, pakaian, atau simbol-simbol) bahwa “aku muslim”. Ketika Islam, Iman, dan Ihsan (konsep 165 menurut ESQ) sudah menyatu dalam diri, maka kita sudah tidak memerlukan simbol-simbol Islam. Bahkan tatkala kita melakukan perbuatan yang mulia, tidak perlu segera kita memberi stempel ‘made in Islam’. Ini yang saya pelajari dari kisah Rasulullah dan seorang Yahudi Buta.

Sepulang dari sebuah acara temu muka orang Indonesia-Belanda di Gereja Martini Groningen, ketika saya mengayuh sepeda, saya teringat kisah Rasulullah yang setiap hari membawa makanan untuk seorang yahudi buta di pojok sebuah pasar. Bukan hanya membawakan, bahkan ketika setiap kali yahudi itu menjelek-jelekkan beliau di depannya sendiri, beliau tidak pernah protes, tidak mengoreksi, tidak sakit hati, dan tetap menyuapi Yahudi itu. Beliau juga tidak memberikan khotbah tentang Islam, atau memberitahu apa yang dilakukan itu adalah sebuah ajaran mulia dari Islam. Tidak. Beliau hanya datang membawa makanan, menyuapi yahudi, dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh si Yahudi. Itu dilakukan hingga beliau wafat.