Home >> Politics

Adili perbuatannya, ampuni manusianya

Posted on: Friday, May 19th, 2006 in: Politics

Ketika kita mencintai seseorang dengan cinta terdalam, pada saat itu kita mencintai sesuatu yang tak tampak. Sesuatu yang tersembunyi di balik hitam, putih, cantik, atau manisnya rupa seseorang. Itulah cinta yang keluar dari hati. Di sisi lain, kita juga bisa bilang cinta hanya karena tertarik fisik seseorang. Cinta karena fisik, biasanya tak akan langgeng karena fisik akan semakin tua.

Sekarang kita melihat Suharto. Perasaan apa yang spontan muncul dari diri kita? Cinta? Benci? Ketika kita melihat daftar perbuatannya yang baik-baik, kita akan bilang cinta. Ketika kita melihat daftar hitam yang panjang, kita akan bilang benci. Keduanya, cinta dan benci, terlahir dari kelakuan dan perbuatannya. Tapi mungkin juga ada yang cinta atau benci karena melihat kegantengannya. Tapi kupikir ini konyol kalau dimasukkan dalam bahasan.