Seminggu ini (sebenarnya sudah mulai sejak beberapa minggu sebelumnya) alhamdulillah aku merasakan apa itu yang disebut ’setress’. Sependek ingatanku, belum pernah aku merasakan hal itu sebelumnya.
Kondisi setress ini mengerikan kalau diingat-ingat. Jantung berdetak agak lebih kencang, pikiran melompat-lompat tidak pasti, perasaan meliak-liuk seperti pohon yang tertiup angin dari berbagai arah, dan tangan terasa agak dingin. Kalau saja kejadian itu berlangsung seharian, atau berhari-hari, wah tak tahu aku apa yang bakal terjadi. Syukur, hanya beberapa jam.
Saat itu aku sedang di depan layar komputer, mencoba memecahkan sebuah perhitungan matematika menggunakan java. Sebenarnya masalahnya sederhana, namun saat itu aku punya ekspektasi bisa menyelesaikannya dengan cepat. Dalam pikiran ini teringat waktu mengerjakan tesis yang kurang dari setahun lagi, sementara progresnya belum banyak. Ditambah masih banyak rencana programming untuk membuat modul-modul aplikasi baru yang belum terkerjakan. Harapan, rencana, masalah, numpuk jadi satu. Akibatnya, semua jadi tidak optimal. Jadilah perasaan tertekan seperti di atas.