READ MORE >> Renungan.
“Jori look at this,” kataku kepada Jori, temen kerjaku (mahasiswa PhD asli Belanda). Layar monitorku menampilkan Google Image dengan beberapa gambar awan dan sarang lebh bertuliskan ‘Allah’ (dalam tulisan Arab). Setelah duduk di kursinya, dia mencoba sendiri. Dia ketikkan kata kunci ‘tulisan Allah’ sesuai petunjukku. Ternyata dia mendapatkan hasil gambar yang berbeda, bahkan lebih banyak. Ada pola ‘Allah’ di awan yang lain serta dalam buah tomat yang telah dikupas.
Pagi ini aku memang iseng-iseng mencari gambar-gambar tersebut, setelah membaca berita di Waspada Online (25 April 2006) tentang tulisan Allah dan Muhammad yang membuat heboh Medan. Aku belum mendapatkan gambar yang kucari, namun di bawah ini beberapa gambar yang kudapat dari peristiwa-peristiwa serupa sebelumnya.


Demikianlah kala alam bertutur. Dan yang sebenarnya perlu kita cari adalah kalam Allah dalam hati. Dia senantiasa bertutur kepada kita, dan hanya melalui hati dan pikiran yang menyatu dan berserah diri lah kalamNya bisa kita rasakan.
READ MORE >> Renungan.











Atmonadi says:
Mencari Keajaiban Yang Sebenarnya Ada di Dalam Diri
Kita memang masih sering terpesaona dengan keajaiban Indra Maya yang muncul di korteks selebral otak kita dari pemandangan yang muncul dibawah naungan Sang Mentari. Sampai-sampai kita lupa bahwa semua keajaiban Tuhan ada dalam Diri. Lihatlah kedua tangan dan kaki kita. Jumlahnya ada 20 dengan simbloisme X yang menunjukkan tanda kesadaran atas waktu. Simbol yang kelak diartikulasikan sebagai JAM PASIR dan cursor mouse.
Bukalah kedua telapak tangan kita dan rapatkan, disitu tertera tanda tangan Tuhan. Di setiap guratan sidik jari yang unik, keajaiban Tuhan yang Esa muncul di setiap manusia sebagai identifikasi yang unik, yang kelak menjadi dasar-dasar sidik DNA. Lalu, sungguh ajaib,ketika X di akal dan hati kita terpadu dengan harmonis,konfigurasi kedua telapak tangan kita dipertemukan menjadi sebuah telapak tangan yang terbuka.
Dengan jari jempol dilipat, sebagai tanda menundukkan diri di hadapan Tuhan, kita pun mulai berdoa, memohon ampunan dan taubat. Dari 10 jari menjadi konfiguasi 9-1 yang kemudianmuncul menjadi simbolisme bagaimana Tuhan Yang Maha Esa dan Maha kuasa menciptakan simbol, geometri, bilangan dan huruf supaya akal pikiran dan hati manusia mampu mengikat fenomena Wewangian Tuhan menjadi kata-kata dan akhirnya seluruh Kitab Wahyu tak lebih dari Cahaya Tuhan yang terikat di akal pikiran dan hati manusia yang beriman. Jangan jauh-jauh dan mencari-cari keajaiban. Sebab keajaiban Tuhan ada Dalam Diri Manusia yang beriman, beramal saleh, bersabar, dan saling menasihati.
Jangan sampai kita menjadi sedemikian buta sehingga gajah di pelupuk mata nggak kelihatan, semut dikejauhan maunya diketahui. Man Arofa Nafsahu, Faqod Arofa Robbahu.
Ismail Fahmi says:
Benar mas Atmonadi. Semua
Benar mas Atmonadi. Semua ini pertanda bahwa “segala yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah baik dengan suka rela maupun terpaksa.”
RAHMAD RAMDONI says:
Bertasbihlah selalu kepada Allah…..
HAIRUL says:
KENASPA BANYAK TULISAN LAFADZ ALLAH SWT.MUNGKIN KARENA MANUSIA ZAMAN INI SUDAH JAUH DARI ALLH SWT. WALLAHHUA’LAM
waskita says:
Maha baik Allah Tuhan kita, yang selalu mengingatkan manusia hamba-hambanya untuk kembali kepada Allah. Itu salah satu nikmat batin yang diberikan Allah kepada manusia, melebihi segala nikmat fisik yang ada.
Syafri Oktariza says:
Assalamu’alaikum Wrwb.
Saudara Ismail Fahmi, saya juga punya dokumen pribadi tentang pengalaman saya mengabadikan awan yang bertuliskan lafadz Allah, kejadiannya pada bulan april tahun 2007 tadi. bagaimana saya bisa sharing pada saudara2 yang lain.
mursan syafi'i says:
saya gak tau kenapa sampai2 Allah berkehendak seperti itu,yang jelas kehidupan sekarang sudah kacau,khususnya kaum muda sebagai penerus amanat Allah,sedangkan kaum muda sekarang sudah banyak yang menjadi budak nafsu laki2maupun perempuan sama saja.ya Allah lindungilah diriku ini daripada nafsu duniawi yang tak ada habisnya dan jg saudaraku para kaum muda muslimin sedunia.
Nuril says:
Tanda-tanda yang seperti itu harusnya menjadikan kita lebih banyak berdzikir dan bersyukur.
Berdzikir-Mengingat Allah SWT,bahwa Dia Maha Berkuasa atas segala makhluknya.
Bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk melihat ayat-ayat kekuasannya.
Bukan tanpa tujuan Allah SWT menunjukkan kekuasan-Nya,betul tidak sodara?