Evil in ourselves

Dalam sebuah jamuan minum teh, Okakura Kakuzo berkata dalam sebuah bukunya:

“Kita melihat keburukan dalam diri orang lain, karena kita melihat keburukan itu dalam diri kita. Kita tak pernah mengampuni mereka yang menyakiti kita, karena kita percaya bahwa kita tak akan pernah diampuni. Kita menceritakan hal-hal yang buruk kepada orang lain, karena kita kita ingin bersembunyi dari kenyataan itu. Kita memperlihatkan kekuatan kita, agar orang lain tak melihat kesalahan kelemahan kita. Oleh karena itu, jika anda menilai saudara anda, berhati-hati lah karena itu adalah diri anda yang sedang dinilai.”

2 Responses to “Evil in ourselves”

  1. Andy Aron says:

    Sangat setuju!!!

    Namun apa bisa di generalisir Mas? Let say Nabi Muhammad? Or Haji Bawa misalnya?

    Lantas dari ilmu psikologi yang pernah aron baca, ketika manusia tidak bisa menilai orang lain, maka ia tidak bisa menilai dirinya sendiri. Meski terkadang orang yang bisa menilai orang lain itu tidak selalu (kurang) pandai menilai dirinya sendiri.

    Ini related ke “Cermin” di postingan lainnya.

    Hahahaha….kini aku menjadi devil’s advocate…yippiiee!

  2. Ismail Fahmi says:

    Sependek pengetahuan saya, Nabi Muhammad dan Haji Bawa tidak pernah menilai orang lain.

    Ketika menjawab pertanyaan2 (dalam buku tanya jawabnya) dari orang-orang yg mengarah ke penilaian kepada orang lain (misal: bagaimana nasib orang2 yg tidak percaya Tuhan), Haji Bawa selalu mengingatkan bahwa yang dimaksud dg ‘org2 yg tidk percaya Tuhan’ itu juga ada dalam diri kita sendiri. Itulah nafsu dan pikiran yg selalu berusaha menjauhkan ruh dari keyakinan kepada Tuhan.

    Tentang ilmu psikologi, jika seperti itu prinsipnya, berarti memang berlawanan dengan prinsip perjalanan ketauhidan. Salah satu prinsip yg sangat inget betul ketika mau menapaki jalan ini adalah: Jangan sekali-kali menilai orang lain, nilailah diri sendiri.

    Haji Bawa, dalam bukunya (saya lupa yang mana), juga menyinggung soal keterbatasan ilmu psikologi dalam memahami manusia secara utuh. Ilmu ini masih memahami manusia secara parsial.

    Hehehehe.. kl gini aku jadi Bawa’s advocat nyak.. hehehe..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>