Thanks to Malaysia: Rasa Sayang Hey
Filed under: Wisdom
Before:
* kurangnya perhatian pemerintah terhadap warisan budaya (lihat kondisi perpustakaan dan museum2, serta kurangnya proteksi dan promosi)
* generasi muda yang lebih suka dengan budaya modern (lihat aja tarian2 di TV, berapa banyak yg menggunakan tarian dearah?)
* ndak sadar akan pentingnya mengelola dan mendata (baca: mendaftarkan) kekayaan budaya
After:
* pemerintah pusat, dpr, gubernur kini bersemangat membela warisan budaya
* anak-anak muda juga semakin bersemangat melihat kembali warisan budaya (lihat diskusi di forum detikcom), dengan membuka wacana untuk membuat database indonesian heritage
* seniman dkk kini mendapat sorotan, tantangan dan perhatian (lebih dari sebelumnya), dan semoga apresiasi kepada mereka juga meningkat
* …. dan mungkin masih ada banyak lagi dampak positifnya
* saya dan anak-anak di rumah jadi suka menyanyikan lagu Rasa Sayange (asyik juga ternyata) di tambah dengan pantun-pantun spontan yang berisi pesan moral (ini mah dampak pribadi hehehe.. siapa tahu juga ada yg begitu)









Para nabi mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hidupnya. Meskipun Allah telah membantu mereka melalui para malaikat, tetap saja mereka harus mengalami kesulitan demi kesulitan. Itulah jalan untuk mencapai tingkatan seorang nabi. Jika seorang manusia berjalan mendekati tingkatan itu, mereka pun akan mengalami kesulitan, kesulitan, dan kesulitan.
Jika bola lampu itu masih padam, dan masih bisa melihat wujud dirinya, dengan cahaya apa dia akan menerangi sekitarnya? Dia sendiri masih gelap gulita.
Pukul 8 pagi. Ini adalah saat yang lumayan sibuk buat saya, karena harus bersiap-siap mengantar anak-anak ke sekolah. Setelah mandi dan mengenakan baju yang bersih, persiapan terakhir adalah menyisir rambut. Meskipun dengan sisir dan kedua tangan saya sudah bisa merapikan rambut, saya selalu memilih untuk menyisir rambut di depan cermin.
Setiap lebaran, saya selalu teringat kampung. Pasalnya, saya dan anak-anak yang lain, selalu menggunakan baju baru yang belum pernah dicuci sebelumnya. Jadi masih bau toko. Dan kesan ini selalu melekat hingga sekarang. Kalau ada baju baru yang masih bau toko, otomatis pikiran akan menyetel film lebaran masa kecil itu.
Pernah ke hutan atau taman kera di Bali? Atau kalau ke Bali kan ada tempat yang buanyak sekali keranya. Apa yg akan terjadi kalau kita jalan-jalan ke sana? Peringatan buat pengunjung: hati-hati dengan barang berharga anda. Biasanya kera-kera itu akan mencuri barang-barang berharga kita sperti jam tangan, kacamata, anting-anting, tas, dll. Dia akan mencuri kesempatan setiap kita lengah, mengambil barang-barang tersebut, dan membawanya lari naik ke pohon. Tapi semua diambil. Diacak-acak. Abis itu dibuang. Padahal kera itu tidak butuh itu semua, dia hanya butuh pisang.