Migrasi dari Drupal ke Wordpress
Read More: Internet, Open sources, Oprekan.
Sejak akhir tahun lalu blog-blog saya migrasi dari Drupal ke Wordpress. Ini blog lama yang masih menggunakan Drupal:
menulis untuk sebuah peradaban kecil di dalam diri
Read More: Internet, Open sources, Oprekan.
Sejak akhir tahun lalu blog-blog saya migrasi dari Drupal ke Wordpress. Ini blog lama yang masih menggunakan Drupal:
Read More: Research, flu trends, google, riset, US.
Tahun ini ada riset yang menarik seputar pengamatan aktifitas dan penyebaran virus influenza. Laporan itu datang dari Google.org, dimana tim teknologi informasinya, setelah berkonsultasi dengan para pakar kesehatan, memutuskan untuk mengolah data “search query” dari US untuk melihat trend penyebaran influenza. Jumlah atau frekuensi kata kunci seputar flu dan influenza dihitung setiap minggu. Hasilnya dibandingkan dengan hasil survey CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Ternyata ada korelasi yang kuat antara frekuensi kata kunci tersebut dengan jumlah orang yang mengalami gejala seperti flu. Di dalam blognya, tim dari Google.org melaporkan:
“Our team found that certain aggregated search queries tend to be very common during flu season each year. We compared these aggregated queries against data provided by the U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), and we found that there’s a very close relationship between the frequency of these search queries and the number of people who are experiencing flu-like symptoms each week. As a result, if we tally each day’s flu-related search queries, we can estimate how many people have a flu-like illness.”
Read More: Renungan, Wisdom, anniversary, cinta, mawaddah, rohmah.
Ketika kita hendak menyatakan janji setia itu, sebuah pesan dari Sang Kekasih berkumandang:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Dan kini, sepuluh tahun telah berlalu.
Sebuah perntanyaan melintas, “Apa yang telah kamu pupuk selama ini? Dan apa yang tumbuh?”
Di antara kita, Sang Kekasih telah berjanji akan menumbuhkan mawaddah (love, affection, cinta) dan rahmah (compassion, pity, sayang). Namun, itu hanya akan tumbuh jika kita telah melakukan tugas kita: memupuk dan menyiraminya.
Keep reading…
Read More: Oprekan, cafe degromiest, galiro, web design, wordpress.
Setelah hampir satu tahun lebih web deGromiest dan Galiro mati suri, karena ada masalah teknis di server US, akhirnya saya berkesempatan untuk membangun lagi di server di rumah. Memang lebih lambat aksesnya dari luar, tapi lumayan.
Saya gunakan Wordpress, versi terakhir. Luar biasa ternyata perubahannya sejak 2 tahun lalu terakhir saya install WP ini. Intalasi, modifikasi, posting, update, upload semua jadi lebih mudah. Berikut ini beberapa screenshot kedua web tersebut.
Cafe deGromiest: http://cafe.degromiest.nl
WAWANCARA MAYA SOETORO-NG
Antara Obama, Indonesia, dan Islam
Rabu, 05 November 2008, 13:33:51 WIB
Laporan: Teguh Santosa
BARACK Obama telah terpilih sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat.
Kemenangan laki-laki kelahiran Hawaii yang pernah menghabiskan empat tahun masa kecilnya di Indonesia itu adalah catatan baru dalam sejarah panjang Amerika Serikat. Inilah kali pertama Amerika Serikat memiliki presiden keturunan Afro-Amerika.
Beberapa waktu lalu saya pernah bertanya kepada Maya Soetoro-Ng, apa arti Indonesia bagi Obama.
Wawancara berlangsung bulan Februari lalu, beberapa saat setelah Obama menang dalam kaukus Partai Demokrat di Hawaii.
Kepada saya, Maya bercerita tentang hubungan Obama, Indonesia dan Islam. Berikut petikannya.
Keep reading…
Read More: Discussions, Policy, Politics, diskusi, pasal 5, pasal 6, pornografi, uu pornografi.
Pasal 5 dan pasal 6 menyatakan larangan setiap orang untuk mendownload dan mempertontonkan material pornografi. Pasal ini telah mendapat banyak pertentangan, karena dianggap memasuki wilayah pribadi.
Dari penjelasan Pak Hilman Rosyad, panja mengakomodasi keberatan pihak yang kontra ini, dengan memberi penjelasan di pasal 6, bahwa larangan tersebut tidak berlaku untuk “dirinya sendiri” dan “kepentingan sendiri”.
Intinya, UU ini sebenarnya lebih diarahkan ke penyebaran dan produksi material pornografi. Oleh karena itu, kepentingan pribadi akan dilindungi, sehingga diperbolehkan.
Cuma saya sendiri kok masih bertanya2 dengan larangan mendownload file dari internet di pasal 5. Bukankah disitu jelas dilarang? Jawabannya: kembali ke penjelasan di pasal 6, bahwa untuk memiliki dan menonton bagi kepentingan pribadi tidak dilarang. Artinya, logikanya, mendownload dan menyimpan untuk pribadi juga tidak dilarang. Baru dilarang kalau kemudian mempertontonkan atau meminjamkan ke orang lain.
Download:
Dengar online:
Read More: Discussions, Policy, Politics, definisi pornografi, diskusi, pornografi, uu pornografi.
Ada banyak perdebatan seputar definisi pornografi yang digunakan dalam UU Pornografi.
Pertanyaan kita sekarang adalah:
Sebenarnya, bagaimana DPR mendefinisikan istilah pornografi di dalam UU Pornografi?
Pak Hilman Rosyad menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana definisi tersebut diambil.
Download:
Dengar online:
Read More: Discussions, Policy, Politics, diskusi, hukum, pornografi, uu pornografi.
Dalam setiap perdebatan di milis-milis yang saya ikuti, ada sebuah pertanyaan populer yang tidak pernah absen ketika UU Pornografi dijadikan topik pembahasan. Pertanyaan itu adalah:
Apakah kita benar-benar perlu UU khusus untuk pornografi?
Pertanyaan lanjutannya yang memperjelas pertanyaan utama di atas antara lain: Bukankah sudah ada KUHP dan juga mungkin undang-undang atau peraturan lain yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah pornografi? Bukahkan masalah kita saat ini ada di penegakan hukum yang lemah? Polisi, hakim, dan jaksa yang bisa disogok?
Keep reading…
Read More: Books, Idea, Renungan, Traveling, Wisdom, buku, cahaya, di dalam diri, kedamaian, psikologi, Tuhan.
Seorang bijak bertanya kepada muridnya, “Pernahkah kau merasakan, sedetik saja, kedamaian dari segala yang telah kau pelajari dan kejar selama ini? Dari pendidikan yang tinggi? Dari pekerjaan yang banyak dimpikan orang? Dari kedudukan yang tiada lagi di atasnya? Dari uang yang kau tanamkan di pasar modal dan menghasilkan banyak keuntungan? Dari ketenaran dan pujian ribuan dan jutaan manusia?
“Sudahkah kau rasakan kedamaian di dalam dirimu? Tiada lagi kehausan dan kelaparan akan makanan dan pujian? Tiada lagi setress, ketakutan dan kekhawatiran akan sakit, kemiskinan, dan kerugian? Tiada lagi iri, benci, dan sakit hati? Hanya ada kebahagiaan, kesetaraan, dan kedamaian?”
“Tidak,” jawab sang murid.
“Jika tidak kau dapatkan kesetaraan antara segala yang bertolak-belakang, apakah ini yang disebut pembelajaran?”
“Bukan.”
“Jika tidak kau dapatkan kedamaian, apakah ini yang disebut kebijakan?”
Recent Comments